Warna Pakaian Dalam Diurus! Ini Aturan Sekolah Super Ketat yang Hanya Ada di Jepang !

CANDI4D LOUNGE Warna Pakaian Dalam Diurus! Ini Aturan Sekolah Super Ketat yang Hanya Ada di Jepang !

Aturan di sekolah Jepang ini bakal bikin auto-disiplin, deh!

Tiap-tiap negara punya aturan sekolah yang beragam. Aturan ini didasarkan pada nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku di masyarakat.

Setiap siswa tentu perlu menghormati dan mematuhi aturan tersebut sebagai bentuk kedisiplinan. Salah satu negara yang menerapkan peraturan sekolah yang super ketat adalah Jepang.

Murid perempuan harus memakai pakaian dalam berwarna putih

Aturan ini dilengkapi dengan inspeksi juga, lho. Murid-murid perempuan akan dikumpulkan di ruang terpisah dan diperiksa oleh seorang guru wanita. Mungkin agar pakaian dalamnya tidak kontras dengan warna seragamnya yang putih juga, ya.

Dilarang mengubah gaya rambut setelah pendaftaran

Waduh, terdengar membosankan ya, tapi asyik juga. Jadi, nggak perlu pusing-pusing mikirin mau potong rambut dengan gaya baru apa tiap masuk sekolah pasca liburan, atau nggak perlu repot-repot membanding-bandingkan gaya rambutmu dengan teman-teman sekelas.

Diizinkan untuk berpacaran, tapi pastikan dulu tidak bertepuk sebelah tangan

Anti-PHP, selain memerlukan izin orangtua dan guru, murid di Jepang juga diwajibkan untuk mengonfirmasi perasaan cintanya satu sama lain sebelum pergi kencan. Ini baru namanya kepastian, nih. Kamu yang masih jomblo dan sering jadi korban harapan kosong, patut meneladani aturan ini.

Lanjutkan Baca BERITA VIRAL : Pura-Pura Hamil Besar, Ternyata Perut Wanita Ini Simpan Barang Haram Seberat 4 Kilogram!

Dilarang memakan coklat Valentine untuk menghindari kemungkinan keracunan

Waduh, kalau yang ini susah, ya. Coklat-coklat untuk hadiah Valentine tentu enak dan biasanya dibentuk lucu-lucu mengikuti karakter anime jepang yang beragam, sampai terkadang kita tidak tega memakannya. Tapi, sayang sekali kalau hanya disimpan saja.

Wajib menulis nama, kelas, dan berapa cm kertas toilet yang sudah digunakan

Duh, sampai sedetail ini kira-kira buat apa ya? Mungkin ini dimaksudkan untuk mengontrol penggunaan kertas toilet ya, supaya nggak boros, karena ada data autentiknya nih kalau kita gunakan kertas toilet dalam jumlah yang banyak.

Dilarang memakai sweater saat berangkat ataupun pulang sekolah

Kita mungkin sering melihat sweater yang dijual di pasaran lengkap dengan gambar model murid Jepang yang cantik dan tampan. Ternyata di sana, penggunaannya dilarang, lho. Oleh karena itu, seragam di Jepang biasanya didesain selengkap mungkin untuk melindungi murid-murid dari udara panas atau dingin.

Murid perempuan dilarang memakai make-up

Make-up produksi Jepang dikenal memiliki kualitas yang baik, bahkan seringkali para selebgram tanah air menggunakan jastip untuk mendapatkannya. Tetapi, para murid perempuan dilarang menggunakannya, lho. Bukan hanya itu, mereka juga dilarang mengubah tampilan alami fisik mereka.

Dilarang menggunakan minyak rambut

Kamu suka perhatiin nggak sih, rambut para murid di Jepang biasanya tampak kering dan lepek saat terkena panas? Hal ini disebabkan karena dilarangan menggunakan minyak rambut. Duh, berbanding terbalik ya dengan murid di Indonesia yang gemar pakai Pomade.

Wajib tepat waktu

Aturan ini sih paling populer ya, orang-orang Jepang memang dikagumi karena apresiasinya yang luar biasa dalam manajemen waktu. Ada beragam hukuman bagi siswa yang terlambat masuk sekolah, salah satunya membersihkan kelas selama seminggu setelah pulang sekolah. Duh, anti-ngaret, ya.

Murid dianjurkan makan di kelas, tidak di kantin sekolah

Berbeda dengan Eropa dan Amerika yang punya kafetaria khusus untuk murid, di Jepang murid-murid dianjurkan untuk makan siang di kelas. Mereka akan dipandu untuk mengatur meja dan kursi serta bekal yang mereka bawa. Bahkan, disediakan staf khusus untuk mengatur ketertiban acara makan siang di kelas ini, lho.

Lanjutkan Baca BERITA VIRAL : Mengungkap Makhluk Raksasa Yang Ditemukan Di Pesisir Maluku

Bagaimana aturan sekolah di Jepang tadi? Mungkin bagi kita hal itu terdengar konyol. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, hal tersebut tampaknya juga ada baiknya bagi murid itu sendiri.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *